PUSAT Latihan Gajah (PLG) Minas yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Minas, Kabupaten Siak, sedikitnya memelihara 32 ekor gajah peliharaan terlatih. Dua ekor di antaranya diberi nama Rege (16) dan Tomy (23).Sesuai dengan namanya Rege. Gajah ini dikenal terlatih dengan berbagai atraksi menarik guna menghimbur masyarakat. Oleh sebab itu ia sering di bawa show keliling Riau dan beberapa provinsi tetangga. Ia pintar main bola, berjalan dengan dua kaki, dan berbagai atraksi menarik lainnya.
Sementara Tomy (23) dikenal sebagai gajah jantan patroli. Ia selalu dihandalkan untuk menghadapi sejumlah gajah liar yang sering mengganggu dan merambah kebun milik masyarakat. Tubuhnya cukup besar dan kokoh.
Namun sayang, kedua gajah handal ini ditemukan sudah menjadi bangkai dengan kondisi mengenaskan oleh petugas PLG Minas. Kepalanya remuk dan gadingnya hilang. Bahkan belalainya tak lagi tersambung sebagaimana mestinya. Sungguh mengenaskan.
Pertama kali yang melihat bangkai gajah ini adalah pawangnya, Ramlan dan Fatkurahman. Setiap hari Kamis, gajah-gajah ini diharuskan kembali ke kandanganya atau biasa disebut camp, tak jauh dari lokasi hutan biasa gajah-gajah ini dilepas atau berjarak sekitar 2 kilometer.
Namun begitu dikumpulkan, jumlah gajah tak lagi cukup sebagaimana biasanya. Kemudian dilakukan penelusuran di jalur-jalur biasa gajah-gajah ini berlalu lintas. Hingga akhirnya ditemukan keduanya dalam kondisi mengenaskan. Diduga Tomy dan Rege tewas diracun.
"Bangkainya kami temukan tadi padi dalam kondisi mengenaskan di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, atau berjarak sekitar 2 kilometer dari Camp PLG Minas ini," ujar sang pawang kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/5).
Posisi Rege dan Tomy terpisah cukup jauh atau tak kurang dari 400 meter. Kuat dugaan kedua gajah tewas akibat diracun oleh pihak yang menginginkan gading sang gajah. Kecurigaan ini setelah Ketua Satgas PLG Muslino mendatangkan Dr Hewan Rini Juita yang melakukan otopsi.
"Kuat dugaan memang diracun melalui buah Nenas. Sebab di dalam perut gajah setelah kita bedah, ditemukan buah nenas. Buah nenas lainnya juga kita temukan berserakan di sekitar ditemukan gajah tewas," ujar Dr Rini.
Ketua Satgas PLG Muslino juga mengindikasikan kuat dugaan kedua gajah tersebut tewas akibat diracun. Untuk membuktikan dugaan tersebut, pihaknya berjanji segera membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kematian kedua gajah tersebut.
"Kita juga mencium ada keterlibatan pihak dalam. Sebab lokasi ini kan bukan jalan umum, jadi sulit bagi masyarakat umum untuk akses ke kawasan PLG ini. Oleh sebab itu kita akan melakukan penyelidikan. Bahkan tak tertutup untuk pawang dan pegawai akan ikut diperiksa," ujarnya. (kasri)
Keterangan foto
Beginilah kondisi salah satu dari dua bangkai gajah yang ditemukan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kamis (7/5/09). Kedua gajah diduga tewas diracun..(rtc)

