Jelas saya tak menolaknya, kendati dalam hati sedikit berat. Sebab selain sudah tak pernah lagi latihan, saya sudah mengalami cidera engkel permanen. Begitu main nanti, dapat dipastikan cedera saya pasti kambuh kembali.
Tapi tak apa lah. Demi FC Tribun, saya harus turun dulu. Begitu sudah saatnya cidera kambuh, bisa minta diganti. Terpenting tampil. Sepak bola memang olahraga saya sedari kecil, bahkan pernah jadi bintang lapangan saat masih sekolah dulu..(entah iyo entah tidak)
Kepiawain saya memoles sikulit bundar, untuk ukuran wartawan, bisa dikatakan cukup lumayan lah. Kendati sebenarnya sudah jauh luntur dari kepiwaian saya sesungguhnya (he...he...he). Mudah- mudahan keberadaan saya di tengah lapangan bersama kawan-kawan, ikut membantu FC Tribun Pekanbaru.
Hasil drawing dalam technical meeting yang digelar Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2009, Kamis (12/2), di Kantor PWI Riau, Jl Sumatera, Pekanbaru, peserta di bagi dalam dua grup. Grup A dihuni lima tim, Riau Pos, Metro Riau, Koresponden, Pekanbaru Pos dan Tribun Pekanbaru.
Sementara Grup B, dihuni Riau Mandiri, Tabloid Plus, TVRI Riau dan RTV Pekanbaru. Keberadaan FC Tribun Pekanbaru satu grup dengan juara bertahan Riau Pos, Pekanbaru Pos dan Metro Riau, sudah dapat dibayangkan betapa beratnya perjuangan. Sebab mereka tim kuat.
Istilah orang olahraga, grup A ini grupnya maut (ngeriiiii). Sudah bisa dibayangkan seperti apa ganasnya di grup maut itu. Jelas siapa yang lemah segera tewas. Apakah FC Tribun Pekanbaru tergolong tim lemah. Di lihat dari track record-nya, FC Tribun Pekanbaru acap kali jadi lumbung gol oleh tim lainnya.
Mudah-mudahan perhelatan kali ini tak lagi terjadi. Sebab sejumlah teman-teman ada yang rajin latihan sepak bola, kendati hanya sepak bola futsal. Paling tidak stamina kawan-kawan sudah terlatih untuk berlari keliling lapangan yang ukurannya tak ketolongan lebarnya. Bravo FC Tribun Pekanbaru. (Kasri)
Teks Foto: Bersama teman-teman di sela kesibukan kerja. Dari kanan: Hendra yang sekarang ditugaskan di Siak Sriindrapura, Ema yang sekarang di Dumai, Kasri dan Hengki di Pekanbaru.
