11 Februari 2009

Mudah-mudahan tak Betongka

Jam 10 pagi ada rapat tentang Meranti di ruang rapat Gubernur Riau, antara Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) dengan Pemerintah Provinsi Riau.

Mendapat Short Message Service (SMS) demikian, saya langsung bergegas ke kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, tempat biaso sayo mangkal. Eh sampai di situ, tak ado tanda-tanda berlangsungnya rapat. Seorang pegawai kantor gubernur lalu berceletuk. Rapat tak jadi dilakukan. Sebab katanya, orang-orang BP2KM tak mau ditemui oleh Asisten I Setdaprov Riau Abdul Latif. Mereka maunya ingin bertemu Gubernur Riau, HM Rusli Zainal.
Saat bersamaan sang gubernur memang tengah mendampingi Menteri Perdagangan DR Mari Elka Pangestu. "Kok tak mau diwakili asisten. Mungkin ada hal yang penting yang akan mau dibisikkan. Maklum lah mereka (BP2KM) itu kan berjasa atas terbentuknya Meranti," guman seorang wartawan.
Apakah ini menyangkut soal Plt Bupati Meranti yang akan mau diusulkan gubernur besok, Kamis (12/2) ke Mendagri. Sebab hingga tadi nama-nama yang mau diusulkan masih disembunyikan rapat- rapat oleh para pejabat di Sekdaprov Riau.
Mungkin saja mereka ingin memberi masukan, orang yang tepat menjadi Plt Bupati itu harus orang yang seperti ini...seperti ini dan seterusnya. Bukan orang-orang yang selama ini berseberangan. Ini menurut analisa sayo saja dan hanya saya yang tahu. Kecuali yang sudah buka blog ini.
Atau bisa jadi mau mengucapkan terima kasih, karena Gubernur Rusli sudah mengeluarkan rekomendasi terbentuknya Kabupaten Meranti, terpisah dari kabupaten induk Bengkalis. "Teponting jangan sampai betongka (bertengkar) sesamo uyang Meranti. JIka iko terjadi, maka tujuan pemekaran Meranti tak akan tecapai," dalam hati sayo.
Di hari yang sama, sejumlah media lokal menulis statamen pembina Disiplin Ikatan Keluarga Pendidikan Pamong Praja, Najib Efendi. Ia mengarapkan Plt Bupati Meranti adalah orang netral. Sebab proses pembentukan Kabupaten Meranti ini agak rumit dan menempuh jalan yang cukup panjang.
''Prosesnya sempat diwarnai prokontra antara Kabupaten induk Bengkalis dan Pemprov Riau. Oleh sebab itu Plt Bupati-nya harus benar-benar orang netral,'' katanya.
Menyangkut sosok, diharapkan orang Riau pesisir, yang bisa diterima oleh Pemkab Bangkalis dan Pemprov Riau. Sebab dalam pembangunan diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik, ''Apalagi Meranti ini baru lahir yang butuh perhatian lebih dalam pembangunan insfratruktur,'' ujarnya.
Dari figur yang ada, Najib menilai sosok Syamsuar pantas untuk duduk sebagai Plt, karena Syamsuar memiliki kriteria dan memenuhi syarat serta berpengalaman cukup. Syamsuar pernah menjabat Kadispenda di Bengkalis dan Wakil Bupati di Kabupaten Siak.
"Sebagai mantan Kadispenda dia tentu tahu cara menggali PAD Meranti, dan sebagai mantan Wakil Bupati Siak, beliau berpengalaman memimpin,'' ucapnya.
Memang ada Said Hasyim, namun beliau tak mungkin ditunjuk Plt oleh Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE, MP. Sebab saat ini yang bersangkutan nonjob. (Kasri)