08 Februari 2009

Rasa-rasa Nonton Laskar Pelangi

HAIIII Laskar Pelangi murid-murid Bu Muslimah pindah ke Pekanbaru? Ahhh ternyata bukan. Budak- budak (anak-anak dalam bahasa melayu) yang berkumpul di rumah bercat biru, Desa Bukit Jamin, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, itu selintas mirip kumpulan bocah di Belitung yang digambarkan Novelis Andre Herata.
Puluhan budak berkumpul di bangunan sederhana, berjarak hanya 10 kilometer dari Kota Pekanbaru. Ada yang sibuk membaca, tapi ada pula bercanda dengan temannya.. Ahhhh memang selintas mirip SD Muhammadiyah di Belitong yang digambarkan novel Laskar Pelangi.
Ketua LSM Global sekaligus pengelola sekolah ini, Aca Manurung mengungkapkan, dari 100-an orang anak dididinya itu, sebagian di antara mereka merupakan komunitas perantauan dari Nias dan ada juga pengungsi korban Tsunami Nias tahun 2005 silam.
"Sebelum ada lokal ini, anak-anak belajarnya di bawah-bawah pohon dan alam terbuka dengan pakain compang camping," ujarnya kepada sejumlah wartawan seraya menunjukkan ke arah lokal seadanya yang dibangun hasil swadaya masyarakat sekitar, Sabtu (7/2) lalu
Dengan adanya sekolah ini, sambung Aca, maka pendidikan yang mereka dapatkan di bangku sekolah formal dapat lebih maksimal diterapkan. "Kita di sini memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Inggris, menulis dan berhitung setiap Sabtu dan Minggu," tambah Aca.
Praktisi pendidikan Riau, Erna Willianti, yang ikut mengunjungi kondisi tempat belajar tersebut mengaku salut dan bangga atas hadirnya sekolah yang telah tiga tahun berdiri. Menurutnya peran serta masyarakat dalam memajukan pendidikan di Riau sangat dibutuhkan.
"Mereka merupakan bagian dari bangsa ini dan asset berharga, maka sudah sepatutnya kita memberikan dukungan moril dan materil untuknya," ujar Erna yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Witama Internasional School, Pekanbaru ini.
Melihat tingginya semangat belajar para anak didik, Erna pun sudah menurunkan tenaga pengajar bahasa Inggris secara cuma-cuma. "Mudah-mudahan ikut membantu dan memberikan manfaat untuk kemajuan sekolah ini," ungkap Erna.
Dalam kesempatan itu Erna juga menyalurkan bantuan alat tulis dan paket makanan kepada 120 orang anak yang mengikuti pelajaran tambahan tersebut. "Kita berharap, kedepan pemerintah dapat membangun Sekolah Dasar Negeri di desa ini, sebab sekolah formal jauh dari desa," harap Erna.
Tokoh masyarakat setempat, Husein, juga mengeluhkan jeleknya transportasi jalan dan tak adanya energi listrik. "Sudah 15 tahun kami bermukim di sini, listrik dan jalan beraspal belum pernah kita nikmati," ujar Husein. (Kasri)

Teks Foto:
Bu Erna Willianti, didampingi Acha Manurung, berada di depan para murdi sekolah non formal yang dikelola LSM Global.